Sistem pengukuran performansi kualitas pada beberapa perusahaan
kelas dunia.
Indikator
performansi harus secara jelas mengendalikan bisnis dan harus ditinjau ulang
secara teraturserta diterapkan secara benar, indikator-indikator performansi
kualitas harus mewakili perkiraan,kepuasan pelanggan,dan performansi
operasional,indikator-indikator finansial juga harus dipersentasikan melalui
grafik kecenderungan(trend charts) dengan pembanding industri yang memimpin di
pasar.
Litco internasional Inc mengembangkan proses penilaian kualitas
bisnis (The Business Quality Assement Process) = BQAP dengan menggunakan
kriteria baldrige pada tahun 1991,suatu penilaian terhadap perusahaan Litco
dilakukan oleh konsultan eksternal dan beberapa personel internal, lima belas
tujuan kualitas strategis diidentifikasikan sebagai bagian dari penilaian
awal,survei kepuasan pelanggan secara formal perlu dilakukan sebelum
mengembangkan indikator performansi kunci (key performance indikator = KPI).
Beberapa indikator performansi kunci yang digunakan oleh perusahaan
licto adalah:
1.
Penyerahan tepat waktu
2.
Pengiriman pesanan 100% benar
3.
Performansi pemasok
4.
Kehabisan persediaan(stock out)
5.
Untilisasi material
6.
Hasil-hasil kepuasan pelanggan
7.
Tingkat pemenuhan pesanan
8.
Inventari bahan baku dan bahan jadi
9.
Tingkat keselamatan
10.
Sekor audit keselamatan dan housekepping
11.
Produktifitas
12.
Biaya manufakturing peryunit
13.
Biaya-biaya distribusi
14.
Data keluhan pelanggan
15.
Efisiensi lini produksi
16.
Panfsa pasar
17.
Pekerjaan ulang
18.
Waktu perubahan lini mesin atau produksi
19.
Pendapatan operaasional
20.
Kapabilitas proses
21.
Utang-piutang.
Sebagai hasil dari
penggunaan sistem manajemen performansi terintegrasi yang efektif,perusahaan
ini mampu meningkat dengan memuaskan.
Beberapa hasil aktual sebgai dampak perbaikan proses pada
perusahaan ini adalah:
·
Pendapatan operasional meningkat sebesar 57% dari tahun 1991 sampai
1994
·
Inventori produk ahir berkurang sebesar 43,7% dari tahun 1991
sampai 1994
·
Tingkat perputaran inventori meningkat sebesar 51,9% dari tahun
1991 sampai 1994.
AMETEK,inc,sebuah perusahaan industri manufaktur global yang
terletak di Paoli,Pennsylvenia,Amerika serikat.mengembangkan Tujuh kategori
pengukuran yang disebut sebgai “indikator performansi kunci(key performance
industri = kpi),tim Amtetek menggunakan sistem pengukuran yang diembangkan oleh
Robert S Kaplan dan David P Nonton dari harvad busines school yang dikenal
dengan nama kartu skor seimbang ( Balanced Score Chard) yang meliputi prespekti-prespektif
finansian.internal,inovasi dan belajar,serta pelanggan.
Performansi kunci(KPI) pada perusahaan ametek,mengikuti delapan
langkah sebagai berikut:
1.
Mengembangkan pendekata kartu sekor seimbang untuk AMETEK melalui
memodifikasi model pendekatan kaplan dan norton.
2.
Mengembangkan dan mengirimkan daftar pertanyaan kepada manajer eksekutif
dari AMETEK dan manajer-manajer devisi guna minta masukan tentang ukuran yang
relevan untuk digunakan oleh perusahaan.
3.
Melakukan benchmark melalui survei kepada perusahaan-perusahaan
yang sedang menggunakan pengukuran non vinansialatau diketahui memiliki TQM
yang terpadu.
4.
Berdasarkan tanggapan dari point 2 dan 3 diatas,selanjutnya
dikembangkan draft pendekatan kartu dekor deimbang.
5.
Mengirimkan draft pendekatan kartu skor seimbang kepada manajer
eksekutif dan manajer-manajer devisi agar mendapatkan umpan balik dari mereka.
6.
Menetapkan kartu sekor seimbang berdasarkan umpan balik yang
diterima.
7.
Mempresentasikan kartu sekor seimbangkepada manajer eksekutif
maupun manajer devisi pada pertemuan tahunan
8.
Mengeluarkan dan mempublikasikan pendekatan kartu sekor seimbang
Sistem pengukursn indikstor performansi kunci dari perusahaan
AMETEK mencakup tujuh kategori:
1.
Pengukuran eksternal : kepuasan pelanggan eksternal
a.
Rating pelanggan
b.
Survei tim kepuasan pelanggan
c.
Banyaknya pelanggan baru
d.
Persentasi dan pangsa pasar
pengukuran
internal,kepuasan pelangggan eksternal
e.
Penyerahan tepat waktu
f.
Keluhan dari pelanggan
g.
Tanggapan terhadap pelangan
2.
Biaya kualitas
a.
Biaya pencegahan
b.
Biaya penilaian
c.
Biaya kegagalan internal
d.
Biaya kegagalan eksternal
3.
Produktivitas
a.
Nilai tambah perkolega
b.
Output fisik perkolega
c.
Biaya per unit dan atau implementasi program reduksi biaya
d.
Rasio perputaran inventori
4.
Siklus waktu dari proses kunci
a.
Siklus waktu pengembangan produk baru
b.
Siklus waktu pesanan sampai kepengirim
c.
Siklus waktu pembelian material
d.
Siklus waktu resolusi keluhan pelangan
5.
Inovasi dan belajar
a.
Tingkat pengenal produk baru
b.
Presentase penjualan dari pengenalan produk baru dalam waktu tiga
tahun terahir
c.
Sumberdaya yang dialokasikan kepada pengembangan teknologi
d.
Efektifitas sumberdaya teknologi
e.
Presentase penjualan
6.
Keunggulan sumberdaya manusia
a.
Pengembangan ketrampilan manajerial dan kepemimpinan
b.
Keunggulan SDN umum pengemangan kolega kepuasan kolega.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar